Minggu, 08 September 2013

The Man Who Can't Be Moved

Gue heran kenapa nasib gue sama dengan sebuah lagu yg dinyanyikan oleh The Script "The Man Who Can't Be Moved" tapi emang kenyataan sih dan itu terjadi sekitar 2 tahun yg lalu. Kalo lo penasaran silahkan lihat lirik lagunya dan translate sendiri gue cuma mau nyeritain kronologi kejadiannya aja.
Waktu itu gue ada acara camping dari pramuka di sekolah gue di Mandiangin. Pas gue turun dari mobil gue langsung ngerasa adem, sejuk, dan tenang. Gue liat-liat bentar keliling daerah situ dan gue ngeliat kaya ada 1 bidadari yg menatap gue dari jarak sekitar 20 meter dan sumpah, She's like the angel.
Tapi cewe itu misterius banget, pertama gue liat dia masih senyum dibawah pohon dan pas temen gue manggil yg cuma 10 detik aja dia udah hilang.
Sorenya, gue dapat selembar kertas didepan tenda gue, yg bertuliskan namanya "Layla" dan dia juga ngirim 1 fotonya.
Besoknya gue keliling kampung di daerah Mandiangin dan gue tanya ke seluruh orang disana, pertanyaan gue cuma satu ke seluruh orang "amun pian melihat inya, padahi ulun disana" (nunjuk tenda gue).
Gue galau banget karna mikirin dia, gue coba buat lupain ga bisa karna gue masih terpesona sama dia.
Tiap hari gue nungguin dia di teras mushola sampai gue ga merhatiin pasukan regu gue, sampai ketiduran. Trus pembina gue bilang "nungguin apa?, urusi pasukan kam", gue bilang "someone". Panas, hujan, gue tetap nungguin dia dan berharap dia muncul di pohon gue biasa ngeliatnya.
Semua orang di perkemahan ngomongin gue yg tiap hari ada di mushola. Mungkin gue bisa terkenal sebagai "Orang Yang Ga Bisa Move On". Dan pas acara pramuka gue udah mau slesai, gue lagi beres-beres mau pulang, dia lari ke arah gue dan berkata "knapa bulik?", gue bilang "sudah slesai", dia "datang lagi lah?", gue "Insha Allah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar